Maher Zain




Siapa sangka dgn sosok yg satu ini jadi trending topic baik diinternet ataupun di alat cetak khususnya di negara-negara muslim paling besar & Eropa. Lagu InsyaAllah jadihits yg fantastis memberikan tidak sedikit memberi inspirasi terhadap kaum muslimin & mengingatkan mereka berkenaan Kekuasaan Sang Khaliq. 

( Maher Zain)

Merupakan Maher Zain, yg dikatakan oleh salah seseorang aktivis dakwah dalam suatu akun jejaring social,bahwa Maher Zain telah mengalahkan ketenaran Abdul Azis Rantissi. Rantisi yakni satu orang ikon usaha dakwah di Palestina yg sudah syahid dikarenakan dibunuh Israel, sementara Maher Zain ialah satu orang munsyid (orangyg menyanyikan & melantunkan syairnya). 

Siapa tolong-menolong Maher Zain? 

Akhi,tahukah antum Maher Zain nyatanya yaitu satu orang mualaf. Baru memeluk islam kepada akhir 2007 tepatnya kepada bln ramadhan. Kecamuk bathin yg berlangsungkepada dia memuntun seseorang yg dahulu sempat bekerja dgn RED ONE ini jadi satu orang muslim 

Dengan Cara Apa proses Maher Zain dalam merengkuh islam? 
Okelah, sebelum itu baiknya kita mengenal lebih jauh sosok dari seseorang maher zain sebelum jadi mualaf. 

Periode Mungil Maher Zain (Sebelum Jadi Mualaf) 


Maher Zain (bahasa Arab : ماهر زين – lahir di Tripoli, Lebanon, 16 Maret 1981; usia 32 thyaitu penyanyi R&B Swedia, penulis lagu & produser musik asal Lebanon. Ia sertatinggal utk sementara DiAmerika Serikat. 

Album debutnya Thank You Allah, bersama 13 lagu & dua lagu bonus dirilis kepada 1 Nopember 2009, bersama Version Perkusi eksklusif & Version Perancis dirilis tidaklama seterusnyaDirinya bernyanyi terutama dalam bahasa Inggris, tapi serta, antara lain, dalam bahasa Perancis, Arab, Urdu, Turki, Melayu, & Indonesia . 

Maher Zain berayahkan seseorang penyanyi lokal di kota kelahirannya di Lebanon, Mustafa Maher. Keluarganya pindah ke Swedia saat Maher berumur delapan th. Ada ygunik di sini, meski dia dilahirkan oleh Keluarga Muslim. Menurut Maher beliau sendiri mengalami masa-masa kekosongan, lebih-lebih di Swedia walaupun ada populasimuslim tetapi jelasnya mereka sebahagian gede sudah melupakan falsafah Islam 

Maher memperoleh hadiah keyboard pertamanya kepada umur 10 thnWalaupun demikiankala diwawancarai oleh Yahoo! Indonesia, Musim mungil Maher tidaklahterlampaui menekuni dunia bernyanyi 

“Sebenarnya aku baru sejak mulai menyanyi kira kira 3,5 thn yg duluPada Awal Mulanya aku telah bergerak di industri musik, tetapi juga sebagai produser, bukan penyanyi. Sesekali aku nyanyi puntetapi umumnya cuma buat berunjuk rasaAku dahulu kerja bersama Red One (produser Lady Gaga, Jennifer Lopez, dll), aku tidak sedikit menunjang di produksi musik dia”. Ungkap Maher. 

Dirinya masuk kampus & mendapat gelar sarjana dalam sektor Aeronautical Engineering. Selagi periode remajanya, beliau menyukai menghabiskan larut tengah malam di sekolah dgn teman-temannya dimana mereka bakal bernyanyi, rap, posting & bereksperimen bersama musik. 

Maher Zain 



Seperti yg disebutkan pada awal mulanyawalau ada komune muslim namun jelasnya mereka sebahagian akbar sudah melupakan aliran Islam, tak heran tuturnya sangat banyak muslim disana yg minum arak, gratis seks & penyimpangan yang lainBakal tapi hal tersebut nyata-nyatanya tak menyurutkan Hidayah Allah SWT yg bersama pulamerta mengubahnya jadi seseorang muslim kembali… 

Subhanallah..! 

Proses yg demikian panjang & perjalanan bathin inilah yg menjadikannya juga sebagai satu orang penyanyi dgn Genre “Islami”. Suatu pilihan “berani” di tengahpersaingan industri musik Luar Negara yg menakjubkan namun pilihan buat terjun di musik Islami menjadikan beliau di Idolakan oleh Generasi Bujang khususnya di Negara-Negara Muslim menyerupai halnya di Indonesia, Malaysia & belahan dunia yang lain

Pernahkan Akhi mendengar mengenai kisah Nabi Ibrahim dalam mencari Tuhan. Demikian pun halnya bersama Maher Zain.? 

Akhir thn 2007, tepatnya bln Ramadhan. Pada Awal Mulanya Maher amat tersesat & serba bingung. Beliau sejak mulai mempertanyakan hal-hal menyerupai “kenapa kita adadidunia ini”? “Apa yg mesti kita jalankan di sini”? “Apa maksud kita hidup”? Beliau pun tidak sedikit berpikir menyangkut kematian, berkaitan kehilangan orangtua &saudara-saudara. sangat banyak pikiran gila yg berkecamuk di benaknya. 

Maher percaya tidak sedikit pula orang yg mengalami perihal seperti ini. Ditambah lagi ketika itu Ia berada di lingkungan yg tidak baik, dikelilingi rekan-rekan yg tidak baikjuga

“Alhamdulillah sesudah aku memutuskan buat memeluk Islam, aku mulai sejak mendapati jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tadi. Sedikit demi sedikit aku mulai sejakmendalami.” Ungkap Pelantun Lagu Insya Allah ini 



Keberhasilan Maher Zain Sesudah Jadi Mualaf 

2009-2010 : Puncak kesuksessan dan Thank You Allah 

Terhadap Januari 2009, Maher Zain mendaftar & sejak mulai bekerja terhadap album bersama Awakening Records. Album ini memuncak di nomer 2 di Amazon Album dunia grafik. Lewat album ini, beliau mendapatkan 8 X platinum kepada Malaysia bersama penjualan 120.000 satuanSesudah launcing album ini, dirinya launcing sekian banyak version lain dari album, yg version perkusi terhadap 2009 & Platinum Edition terhadap 2011. 

Sedangkan di Indonesia, Maher lebih fenomenal. Th 2011, dia berhasil menyabet 10 platinum dari Sony Music Indonesia. 

tidak cuma itu saja, tiap-tiap konser Maher Zain hampir tidak ada satu pula kursi yg kosong. Diwaktu konser di Kanada, jumlahnya 17.000 orang hadir, & di Singapurajumlahnya 8.000 orang menontonnya. 


2011-sekarang : periode depan konsep & album studio akan datang 


Maher Zain mengumumkan bahwa beliau sudah launcing version bahasa Indonesia buat “Insya Allah”, sesudah launcing version bahasa Perancis & Arab dengan dgn video, sambil meneruskan bahwa itu bakal jadi lagu di album ke-2

Fadly dari grup musik Indonesia PADI pula berkontribusi pada “Insya Allah” dalam Bahasa Indonesia. Maher pula menyanyikan “For The Rest of My Life” dalam bahasa Indonesia berjudul “sepanjang hidup”. Yg dirilis lewat Sony Music Indonesia 




Pengalaman Maher Zain Di Indonesia 


“Fadly is a very nice guy, orangnya amat sangat rendah hati. Beliau di sini satu orang bintang, tetapi kala berjumpa aku dirinya bilang bahwa ia peminat aku pulaAkubelum sempat dengar lagu Padi diawal mulanyanamun tempo hari aku pernah perhatikan video klip lagu religi yg Fadly nyanyikan, & satu lagu yg menjadi soundtrack Upin Ipin.” Ungkap Maher mengenai kekagumannya terhadap Fadly Padi 

Dikala ditanya berkenaan seberapa Religiuskah dirinya yang merupakan penyanyi religi,Maher Zain menjawab mantap, “Absolutely. Tetapi apa sih definisi religius itu? Salat, puasa, pasti aku laksanakanNamun bagi aku Islam merupakan jalan hidup. Bukan sesuatu yg aku lakukan sbg sampingan. Islam is the way I'm living. Berbuat okelahkepada sesama, hormati seluruh orang, janganlah sempat sakiti orang tuamu bahkan bersama satu kata, apa pula yg diajarkan Islam, semuanya ialah factor yg baik. This is what Islam is for me and I'm trying to live it everyday.” 

Ketika baru hingga di bandara Soekarno-Hatta, Maher disambut puluhan penggemarnya. Menurut Maher, sejujurnya dirinya tak mengharapkan tidak sedikit disaat datang ke Indonesia. Menjadi tatkala para peminat menyongsong kedatangannya di bandara, Maher amat kaget. Indonesia luar biasa sekali, fans di sini amat suportif. Maher amatberterima kasih sekali atas sumbangan mereka. 

Kala ditanya kemana saja sang penyanyi mualaf ini sewaktu di Indonesia, Maher mengungkapkan tidak punyai tidak sedikit saat buat jalan-jalan. Dirinya cuma pernahbertolak ke suatu pegunungan, dikala syuting sinetron Pesantren & Rock n Roll. Itu pengalaman pertamanya berakting. 




Well….pelajaran hidup yg amat sangat bernilai bagi Maher Zain pastinya bagi kita punmemang lah ada saatnya jadi seseorang muslim itu menyerupai memegang bara api di genggaman tangan. Namun Allah SW sudah menjanjikan dalam firmannya 

” Intansurullaha yan surkum wa yutsabit aqdamakum”…..Sehingga Tinggikan & tolonglah agama Allah ini, insyaallah Allah dapat meneguhkan derajad & kedudukan kita dimata manusia yg lain dimuka bumi ini…

    Sumber http://realmualaf.blogspot.com

    Subscribe to receive free email updates:

    0 Response to "Maher Zain"

    Posting Komentar